jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyoroti secara tajam masalah kronis Jakarta seperti kemacetan dan banjir.
Muhaimin menilai, kepemimpinan Jakarta dari masa ke masa belum mampu memberikan solusi konkret bagi penderitaan rakyat kecil.
Dalam pidatonya di hadapan kader PKB DKI, Cak Imin terang-terangan menyentil gaya kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta mulai dari Fauzi Bowo (Foke) hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Sudah pernah diserahkan pengusaha besar, sukses, Pak Fauzi Bowo, orang kaya Jakarta, ya gitu-gitu saja. Diserahkan Tionghoa namanya Ahok, ya begitu-begitu juga. Ada juga yang bilang tunggu jadi presiden baru beres (masalah Jakarta)," kata Cak Imin, Minggu (8/3).
Cak Imin memaparkan hasil survei kecil-kecilan yang dia lakukan saat hujan melanda ibu kota.
Dia mendapati fakta pilu bahwa banyak warga yang ingin pindah dari Jakarta karena frustrasi dengan buruknya integrasi transportasi publik saat cuaca buruk.
Dia mengkritik keras sikap para pemimpin yang dianggap membiarkan warga terlantar berjam-jam di stasiun MRT atau halte tanpa ada akses lanjutan seperti ojek online atau angkutan umum yang memadai saat hujan.
"Tidak ada solusi transportasi publik di Jakarta. Itu dibiarkan. Ada yang dahulu bilang, tunggu jadi presiden baru beres. Ada yang bilang tunggu Hasbi (Hasbiallah Ilyas -Ketua PKB Jakarta) jadi gubernur," ujar Cak Imin.










































