jpnn.com, JAKARTA - Memasuki tahun 2026, aplikasi belajar mengaji berbasis kecerdasan buatan (AI), ngaji.ai, secara resmi mengumumkan transformasinya menjadi aplikasi pendamping ibadah harian.
Langkah strategis itu diambil guna menjawab kebutuhan umat muslim modern yang seringkali kesulitan menjaga konsistensi ibadah di tengah ritme hidup yang cepat.
Hingga saat ini, ngaji.ai telah menjangkau 403 ribu pengguna, dengan 39 ribu di antaranya merupakan pelanggan premium.
"Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap teknologi pendamping ibadah yang relevan dan kontekstual," kata Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, Fara Abdullah, Kamis (12/2).
Dia menyebutkan ada perubahan mendasar terlihat pada tampilan antarmuka (homepage) yang kini lebih fokus pada keberlanjutan ibadah.
Beberapa fitur unggulan baru yang diperkenalkan antara lain fitur salat, doa dan zikir harian, juga fitur ikhtiar.
"Fitur Ikhtiar merupakan inovasi yang membagi target besar (seperti disiplin salat atau menjaga lisan) menjadi tugas-tugas kecil selama tujuh hari agar terasa lebih ringan dan realistis," ujarnya.
Fara Abdullah menyatakan aplikasi ini hadir untuk menemani pengguna tanpa memberikan tekanan berlebih.










































