jpnn.com, JAKARTA - Selama 2020 sampai 2024, terdapat puluhan ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Data Kementerian PPA menunjukkan pada 2020 sekitar 6.900-an kasus terjadi, jumlahnya meningkat pada tahun 2022 menjadi 9.500-an dan meningkat lagi di 2024 mencapai 11.700-an.
Tentu saja angka tersebut sangat mengkhawatirkan, di mana ancaman bukan hanya pada anak semata, melainkan hilangnya masa depan bangsa ini.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung merasa perlu menyuarakan—bahkan kecaman keras—atas fenomena tersebut.
Dia menyatakan kita semua memiliki anak, dan lebih dari itu, kita harus menyelamatkan masa depan mereka, dan juga masa depan bangsa.
“Selaku anggora DPR, ada tanggung jawab moral yang harus saya tunaikan, yaitu menyuarakan penderitaan masyarakat, baik di Dapil, maupun secara umum,” ujar Wakil Ketua Baleg DPR itu di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).
Dia mendatangi KPAI untuk menyampaikan pengaduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
“Hari ini saya menunaikan janji saya untuk menyampaikan pengaduan tindak kekerasan seksual yang dialami warga yang ada di kampung saya,” ujar Doli.










































