jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Selasa siang pukul 11.17 WIB bergerak menuju Rp 17.785 per dolar AS (USD).
Pada pembukaan pasar, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp 17.749 USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.744 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai pelemahan rupiah terjadi akibat meningkatnya permintaan aset safe haven dan ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan lebih lama.
“Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kuatnya USD global seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan lebih lama,” katanya kepada di Jakarta, Selasa.
Amru menyebut penguatan dolar AS tercermin dari indeks dolar AS (DZY) yang bergerak naik ke 99,10.
Sentimen tersebut dipicu peningkatan ketidakpastian geopolitik perihal konflik dan negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
Selain itu, lanjut dia, pasar masih melihat peluang Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi karena tekanan inflasi AS belum sepenuhnya mereda.
Tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkat juga membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko dan beralih ke dolar AS sebagai aset aman.





































