RI Berpotensi Kehilangan Rp 184,8 Miliar Per Hari Imbas Konflik di Timur Tengah

4 hours ago 27

RI Berpotensi Kehilangan Rp 184,8 Miliar Per Hari Imbas Konflik di Timur Tengah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (ANTARA/Anadolu/py.)

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya segera melakukan reformasi sektor pariwisata, guna memitigasi dampak krisis global, khususnya akibat konflik di Timur Tengah.

Airlangga menyebut sektor pariwisata saat ini menghadapi tekanan akibat terganggunya konektivitas global imbas konflik perang Iran versus Israel-AS.

“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, serta membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (19/3).

Kementerian Pariwisata memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara (wisman) serta potensi kerugian devisa mencapai Rp 184,8 miliar per hari jika tidak segera dimitigasi.

Kemudian, laporan InJourney Airports untuk periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 mencatat gangguan pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai. 

Gangguan ini berdampak pada mobilisasi 47.012 penumpang. Tantangan tersebut juga diperparah oleh kenaikan harga avtur.

Airlangga menegaskan sektor pariwisata tetap penting untuk difokuskan, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Pada 2025, sektor ini menyumbang Rp 945,7 triliun atau setara 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kementerian Pariwisata memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara (wisman) serta potensi kerugian devisa mencapai Rp 184,8 miliar per

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |