jpnn.com - MUNGKIN semua warga Palembang kenal dengan rempah Hikmah Fajar, yang kelezatan dari racikan bumbunya itu sulit dilupakan.
Bumbu yang dirintis sejak 1975 ini bahkan sudah 'melancong' hingga ke luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia.
Namun, tiap keberhasilan tentu sudah melewati cerita dan proses perjalanan yang panjang.
Laporan dari Cuci Hati, Palembang
Askar dan istrinya, Uni Cinde, perintis pertama Hikmah Fajar, dahulu hanya menjual kelapa larut di Pasar Cinde Palembang.
Usaha tersebut juga berjalan cukup lambat. Sementara itu, usaha pedagang lain di pasar yang menjual cabai giling dan bumbu laris manis.
Dari sanalah pasangan suami istri tersebut muncul ide untuk menjual cabai giling juga.











































