Purbaya Minta Masyarakat Tidak Panik soal IHSG dan Rupiah yang Ambrol

4 hours ago 12

Purbaya Minta Masyarakat Tidak Panik soal IHSG dan Rupiah yang Ambrol

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.

Sebab, berbagai indikator menunjukkan perekonomian di dalam negeri dalam kondisi yang baik.

Kondisi IHSG dan rupiah jeblok lantaran adanya konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

“Ekonomi sedang ekspansi. Daya beli kami jaga mati-matian. Boro-boro krisis, resesi saja belum, melambat saja belum. Kami masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kami jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,” kata Purbaya dikutip Selasa (10/3).

Sebagai catatan, IHSG pada perdagangan Senin (9/3) sore ditutup melemah 248,32 poin atau 3,27 persen ke posisi 7.337,37.

Kemudian, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,47 poin atau 3,28 persen ke posisi 750,57.

Adapun rupiah ditutup melemah 24 poin ke level Rp 16.949 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 16.925 per USD. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat melemah hingga 70 poin.

Purbaya mengatakan Indonesia sudah memiliki pengalaman yang cukup memadai dengan beberapa krisis yang terjadi sebelumnya, yakni krisis moneter 1998, krisis keuangan 2008, dan pandemi COVID-19 pada 2020.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |