Program Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri, Yayasan Al-Fatihah Salurkan Mushaf & Ribuan Telur ke Pesantren

1 day ago 40

Minggu, 08 Maret 2026 – 21:45 WIB

Program Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri, Yayasan Al-Fatihah Salurkan Mushaf & Ribuan Telur ke Pesantren - JPNN.com Jateng

Seremonial peluncuran program Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang digagas Yayasan Al-Fatihah di Ponpes Al-Uswah Gunungpati Kota Semarang, Minggu (8/3). FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Banyak pondok pesantren di Indonesia masih mengalami kekurangan mushaf Al-Qur’an yang layak pakai. Tidak sedikit santri yang harus belajar dengan mushaf yang sudah usang, bahkan harus bergantian saat membaca maupun menghafal Al-Qur’an.

Kondisi itu mendorong lahirnya program Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang digagas Yayasan Al-Fatihah. Program ini bertujuan membantu pondok pesantren (ponpes) mendapatkan mushaf Al-Qur’an baru sekaligus dukungan gizi bagi para santri.

Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi santri yang masih belum merata.

“Kemampuan kami untuk berakselerasi memberi makan santri mungkin masih belum berimbang. Maka dengan adanya Gerakan AGUS ini bisa menambal adanya ketimpangan belum mendapatnya program MBG, khususnya untuk santri,” ujar Yahya saat seremonial peluncuran di Ponpes Al-Uswah Gunungpati Kota Semarang, Minggu (8/3).

Berdasarkan data yang dia sampaikan, terdapat sekitar 19 persen santri terdata memiliki gejala anemia, yang salah satunya dipengaruhi oleh kebutuhan gizi yang belum terpenuhi secara optimal.

“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri secara fisik sekaligus memperkuat dukungan terhadap pendidikan di lingkungan pesantren,” ujar Yahya.

Manager Program AGUS Meida Yusna Ilmiah mengatakan program tersebut menargetkan distribusi 100.000 mushaf Al-Qur’an ke pesantren dan santri yang membutuhkan di seluruh Indonesia.

Dalam program ini, disalurkan mushaf Al-Qur’an senilai Rp 10 miliar serta 12.500 ribu butir telur yang diperuntukkan bagi para santri di pesantren.

Santri masih belajar dengan nushaf usang, Yayasan Al-Fatihah menargetkan distribusi 100 ribu Al-Qur’an.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |