Produksi CPO Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

4 hours ago 16

Produksi CPO Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Foto: dok PalmCo

jpnn.com, JAKARTA - Industri kelapa sawit nasional menghadapi tekanan ganda dalam lima tahun terakhir. 

Di satu sisi, permintaan terhadap produk sawit berkelanjutan semakin ketat di pasar global. Di sisi lain, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia justru cenderung stagnan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan stagnasi produksi menjadi tantangan paling mendesak yang kini dihadapi industri sawit nasional.

“Lima tahun terakhir produksi stagnan. Pada 2025 memang naik sedikit. Produksi CPO sekitar 51,6 juta ton, total produksi 56,5 juta ton. Padahal seharusnya bisa lebih dari 60 juta ton,” sebut Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5).

Menurut Eddy, salah satu penyebab utama stagnasi ialah lambatnya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). 

Padahal, program tersebut dinilai strategis untuk mengganti tanaman tua dengan bibit unggul yang lebih produktif.

Selain persoalan produktivitas, sektor sawit nasional juga menghadapi tantangan sertifikasi dan keterlacakan rantai pasok. Tuntutan itu semakin menguat setelah Uni Eropa menerapkan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mewajibkan produk bebas deforestasi serta dapat ditelusuri hingga tingkat kebun.

Eddy menilai kesiapan petani rakyat dalam memenuhi standar tersebut masih rendah.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan stagnasi produksi menjadi tantangan paling mendesak yang kini dihadapi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |