jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemangkasan jumlah BUMN berhasil menghemat biaya overhead negara hingga Rp 50 triliun demi dialihkan ke fasilitas publik.
Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Sidang Tahunan DPR/MPR/DPD RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026)
“Kita menghemat biaya overhead sekitar 50 triliun rupiah, hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas bla bla bla,” ujar Prabowo.
Prabowo menargetkan bakal terus memangkas jumlah perusahaan pelay merah itu sehingga menghemat Rp 70 triliun pada Desember 2026.
“Kita bisa bayangkan dengan Rp 50 triliun berapa puskesmas bisa perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat bisa kita berikan,” kata dia.
Eks Menteri Pertahanan itu sendiri mengaku kaget karena jumlah BUMN yang mencapai 1.074 perusahaan.
“Saya mengira BUMN ada 300 atau 400, ternyata 1.704. Dan BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggungjawab kepada bangsa dan negara,” tuturnya.
Dia pun menargetkan nantinya BUMN hanya tersisa 300 perusahaan saja di akhir 2026. (dit/jpnn)









































