jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pertumbuhan awan dengan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menyebut pelaksanaan OMC akan berkoordinasi dengan BMKG.
"Ya, untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal," kata dia kepada awak media dikutip Jumat (14/8).
Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi perlu dilakukan di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 13-16 Agustus.
Ristianto menyebut kebijakan OMC dilakukan di Kalbar dan Kalteng karena dua provinsi itu mengalami peningkatan titik panas.
"Kalbar dan Kalteng menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap,” ujarnya.
Data BMKG menunjukkan titik panas di Kalimantan Barat meningkat dari 98 menjadi 136 titik dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah meningkat dari 29 menjadi 78 titik dan Kalimantan Selatan dari 10 menjadi 31 titik.









































