Petani & Peternak di Bengkulu Terdampak Bencana Hidrometeorologi, Prof. Hamid: Melemahkan Sendi Utama Ekonomi Pedesaan

5 days ago 33

 Melemahkan Sendi Utama Ekonomi Pedesaan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti Utama Kebijakan Publik BRIN/BRIDA Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Bencana hidrometeorologi berupa banjir, hujan ekstrem, dan longsor telah menyebabkan penurunan drastis produksi pertanian di Provinsi Bengkulu.

Dampak ini menimbulkan efek berantai yang sangat berat bagi peternak rakyat, mulai dari krisis pakan hingga menurunnya produktivitas ternak.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Umum Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) yang menghadirkan akademisi dan peneliti lintas bidang.

Peneliti Utama Kebijakan Publik BRIN/BRIDA Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid menegaskan penurunan produksi pertanian akibat iklim ekstrem telah melemahkan sendi utama ekonomi pedesaan Bengkulu.

“Ketika sawah dan kebun gagal panen, peternak langsung terdampak. Hijauan pakan berkurang, limbah pertanian tidak tersedia, dan biaya pakan melonjak tajam,” ujar Prof. Hamid.

Dia menjelaskan banjir dan longsor yang terjadi berulang telah menyebabkan gagal panen (puso) pada tanaman pangan, rusaknya jaringan irigasi serta penurunan kesuburan tanah akibat erosi dan sedimentasi.

Menurut Prof Hamid, kondisi ini membuat produksi padi, jagung, dan tanaman pakan ternak terus menurun dari musim ke musim.

“Penurunan produksi tersebut berdampak langsung pada kelangsungan usaha peternakan rakyat,” ujarnya.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir, hujan ekstrem, dan longsor telah menyebabkan penurunan drastis produksi pertanian di Provinsi Bengkulu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |