jpnn.com, BOGOR - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” bagi penyandang disabilitas di Kota Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
Kegiatan ini digelar bersama mahasiswa Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Yayasan Penyandang Disabilitas (YPD) Kota Bogor sebagai upaya menghadirkan keceriaan Ramadan yang inklusif.
Sebanyak 45 anak dengan berbagai ragam disabilitas mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Salah satu aktivitas yang digelar adalah sesi kreatif mewarnai sketsa bendera Palestina sebagai sarana menanamkan nilai solidaritas kemanusiaan sejak dini.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas Farid Septian mengatakan program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan merupakan gerakan serentak yang dilaksanakan oleh mahasiswa BCB di berbagai wilayah.
Kegiatan ini digelar di 233 titik yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara.
Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk menginspirasi dan memberikan pengajaran keislaman bagi kelompok difabel dan marginal yang selama ini mungkin belum tersentuh pendidikan agama yang memadai.
"Ini adalah bukti nyata bahwa zakat itu inklusif, hadir menjadi cahaya bagi semua kalangan,” ujar Farid.










































