jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto sedang menyiapkan pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru khusus tekstil.
Hal ini Prasetyo katakan, setelah sebelumnya perusahaan raksasa tekstil Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) mengalami pailit dan menutup kegiatan operasionalnya.
Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan BUMN baru tersebut untuk fokus menangani masalah garmen dan tekstil melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.
"Kami harapkan dalam waktu dekat semua proses sudah bisa diselesaikan sehingga PT Sritex bagaimana pun kami harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan," kata Prasetyo dikutip Selasa (20/1).
Pras, sapaan akrabnya, menjelaskan kegiatan operasional dan ekonomi Sritex harus tetap berjalan, meskipun perusahaan tersebut dinyatakan pailit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sritex pun terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 10 ribu karyawan.
Sritex yang merupakan produsen tekstil terbesar di Asia Tenggara itu juga telah menghasilkan berbagai produk tekstil dan garmen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan luar negeri.
"Di sana kurang lebih mempekerjakan 10 ribu karyawan dan cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari produk-produk pakaian, seragam, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor ke mancanegara," kata Pras.


















.jpeg)

























