Pemerintah Waspadai Persaingan Impor Minyak Seusai Selat Hormuz Ditutup

1 day ago 43

Pemerintah Waspadai Persaingan Impor Minyak Seusai Selat Hormuz Ditutup

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi - Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency/py

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komis XII DPR  Eddy Soeparno meminta pemerintah mewaspadai persaingan impor minyak dari negara-negara lain yang juga ketergantungan impor minyak dari Timur Tengah.

Langkah antisipasi itu harus dilakukan agar kebutuhan negara terhadap minyak tetap terpenuhi di tengah konflik Timur Tengah yang sedang berkecamuk.

"Saat ini Indonesia mengimpor 20 persen kebutuhan migasnya dari Timur Tengah. Selebihnya diimpor dari Nigeria, Angola, Australia bahkan Brazil. Artinya, Indonesia mampu mengandalkan dan bahkan meningkatkan suplai migasnya dari negara-negara di luar Timur Tengah,” kat Eddy dikutip Minggu (8/3).

Eddy melanjutkan Indonesia perlu mencermati negara-negara lain seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan yang memiliki volume impor yang lebih besar dari Indonesia.

Berdasarkan data yang dipegangnya, China mengimpor migas sebesar 11 juta barel per hari, disusul India sekitar 6 juta barel per hari dan Jepang serta Korea Selatan di kisaran 2-2,5 juta barel per hari.

"Jika volume impor China dan India dari Timur Tengah sekitar 55-60 persen dan Jepang serta Korsel mengandalkan Timur Tengah untuk 80-90 persen pasokan migasnya, maka penutupan Selat Hormuz akan membuat negara-negara tersebut segera mengalihkan impor migasnya dari sumber-sumber lain yang juga menjadi pemasok migas bagi Indonesia," kata dia.

"Dengan kata lain, Indonesia bisa 'berebut' pasokan minyak dan gasnya dengan negara-negara importir raksasa lainnya,” tambah Eddy.

Karena itu, dia meminta agar Pertamina mengantisipasi skenario terburuk dalam hal pasokan terganggu dan harga migas melonjak lebih tinggi dari saat ini.

Anggota Komis XII DPR Eddy Soeparno meminta pemerintah mewaspadai persaingan impor minyak dari negara-negara lain yang juga ketergantungan impor minyak dari Ti

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |