Pemerintah Perlu Waspadai Migrasi Konsumen Pertamax ke Pertalite

1 hour ago 18

Pemerintah Perlu Waspadai Migrasi Konsumen Pertamax ke Pertalite

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

BBM RON 92 atau Pertamax. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga di atas Rp 5.000 masih perlu menjadi perhatian pemerintah.

Fahmy menilai penurunan harga Pertamax dari Rp 16.250 per liter ke Rp 15.950 per liter masih menyisakan selisih harga yang cukup lebar terhadap Pertalite.

“Disparitas yang terlalu menganga ini akan mendorong konsumen Pertamax, khususnya kelas menengah ke bawah, melakukan migrasi atau pindah ke Pertalite,” ujar Fahmy di Jakarta, Selasa (11/8).

Oleh karena itu Fahmy, menuturkan penurunan harga belum cukup untuk mencegah konsumen bermigrasi ke Pertalite.

“Karena akan memperberat beban subsidi untuk Pertalite. Kuotanya barangkali juga tidak memenuhi, harus ditambah,” kata Fahmy.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax turun dari Rp 16.250 pada Juli, menjadi Rp 15.950 per liter mulai 1 Agustus.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan penurunan harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat.

Selain Pertamax, harga BBM nonsubsidi jenis bensin lainnya juga mengalami penurunan harga dengan Pertamax Turbo turun dari Rp 19.300 per liter menjadi Rp 18.300 per liter, kemudian Pertamax Green 95 turun dari Rp 17.000 per liter menjadi Rp 16.600 per liter.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga di atas Rp 5.000

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |