jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong 38 inovasi teknologi tepat guna hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) 2026 terus dikembangkan hingga menjadi produk yang benar-benar digunakan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.
Menurut dia, Balai Pemuda menjadi lokasi yang tepat untuk mempertemukan karya mahasiswa dengan masyarakat karena merupakan salah satu pusat kegiatan yang banyak dikunjungi warga.
"Balai Pemuda ini adalah salah satu pusat kegiatan yang diminati oleh warga. Tempat yang sangat tepat untuk menyajikan karya-karya para mahasiswa langsung ke tengah masyarakat," kata Emil saat menghadiri expo hasil KKN Umsura di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (11/8).
Dia mengatakan mengubah hasil penelitian atau karya mahasiswa menjadi produk yang siap digunakan dan memiliki nilai jual bukanlah proses mudah. Namun, tahapan tersebut harus terus didorong agar inovasi dari perguruan tinggi tidak berhenti sebagai prototipe.
"Saya tadi mendengar ada 38 karya, atau boleh dikatakan bahkan produk. Dari karya kemudian menjadi sebuah produk yang siap jual, tentu memang bukan perjalanan yang mudah. Tetapi harus kita kejar ke sana," ujarnya.
Dari 38 karya tersebut, sebanyak 11 telah mendapatkan pengakuan hak cipta sederhana, sedangkan 26 produk lainnya sedang dalam proses memperoleh paten.
Emil menilai capaian tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Namun, perlindungan kekayaan intelektual harus diikuti dengan pengembangan produk agar inovasi mahasiswa tidak berhenti pada tahap administratif.
"Dari 38, tadi ada 11 yang sudah bisa meraih pengakuan hak cipta sederhana. Itu prestasi. Lalu yang 26, proses memperoleh paten. Jadi, ini proses yang memang harus diikuti dengan paten," katanya.













.jpeg)






















