jpnn.com, JAKARTA - Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital Molly Prabawati menilai Sidang Tahunan MPR bukan sekadar agenda rutin kenegaraan, melainkan momentum penting dalam memperkuat akuntabilitas pemerintah dan lembaga negara kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Molly saat menjadi narasumber dalam Forum Tematik Bakohumas MPR RI dengan tema 'Sinergi Bakohumas dalam Mendukung Publikasi Sidang Tahunan MPR yang Informatif, Kolaboratif, dan Kredibel' di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/8).
Menurut Molly, Sidang Tahunan MPR menjadi momentum penting karena masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai kinerja pemerintah dan lembaga-lembaga negara, sekaligus arah kebijakan bangsa ke depan.
“Sidang Tahunan MPR RI bukan sekadar agenda rutin kenegaraan. Ini adalah akuntabilitas publik terbesar, di mana Presiden Republik Indonesia menyampaikan pidato kenegaraan, penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara, serta RUU-APBN sebagai arah kebijakan bangsa ke depan,” kata Molly dalam keterangannya, Rabu (12/8).
Molly mengatakan momentum Sidang Tahunan MPR 2026 semakin penting karena beririsan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'.
Karena itu, menurut Molly, komunikasi publik harus mampu memastikan pesan-pesan kenegaraan dan pembangunan dapat diterima masyarakat secara jelas, utuh, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Molly mengatakan Bakohumas memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antarkementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan instansi publik lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar penyampaian informasi publik tidak berjalan sendiri-sendiri.















.jpeg)























