jpnn.com - Dua sejoli sudah disepakati untuk berjanji sehidup semati. Kini mereka sedang berjuang untuk hidup; semoga tidak keburu mati: Two Countries Twin Parks.
Seperti itulah kondisi ''iklim ekonomi'' kita saat ini. Semangat membangun ekonomi kalah dengan gegap gempita politik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan closing statement dalam acara “The City of Blessings” China-Indonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference Two Countries Twin Parks, Rabu, 26 November 2025.-Ekon.go.id-Ekon.go.id
Tahun pemilu masih jauh tapi persiapannya sudah memakan tenaga: ada yang korupsi untuk menghadapi pemilu, ada juga yang memberantas korupsi sekadar untuk menghadapi pemilu.
Pembangunan "iklim ekonomi" terabaikan. Termasuk program Two Countries Twin Parks.
Sebenarnya ide itu baik sekali. Kita tidak sekadar mengundang investor asing untuk membangun kawasan industri di Indonesia. Sudah banyak industrial park biasa di Indonesia. Tapi belum ada yang dibangun secara khusus: berdasar ''perkawinan kawasan industri''.
Maka dua negara sepakat untuk memulainya: Tiongkok dan Indonesia. Lokasi kawasan industrinya juga sudah ditunjuk: yang di Indonesia berlokasi di Batang, Jateng. Yang di Tiongkok di provinsi Fujian. Kawasan industrinya di dekat ibu kotanya, Fuzhou.
Kalau ide itu terlaksana maka dua kawasan industri itu sebenarnya dibuat ''sepasang''. Setiap pabrik yang di sini punya hulu di sana. Setiap pabrik di sana punya hulu di sini. Tergantung di mana bahan bakunya.

.jpeg)





































