bali.jpnn.com, DENPASAR - Panitia Khusus Tata Ruang Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menyegel beberapa proyek di dalam lapangan golf premium Bali Handara Golf and Resort yang diduga menjadi penyebab banjir besar beberapa waktu lalu.
Keputusan ini berawal dari kejadian banjir besar di jalan utama Singaraja-Denpasar, Minggu (11/1) lalu yang merendam 47 rumah warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Sorotan utama mengarah pada proyek gorong-gorong raksasa dan pembangunan fisik di kawasan Bali Handara Golf and Resort yang diduga telah merekayasa aliran air alami.
Berdasar laporan awal, Pansus TRAP DPRD Bali akhirnya memulai inspeksi di Dusun Lalang Linggah, jalur nasional Desa Pancasari.
Dugaan pelanggaran tata ruang ini akhirnya terbukti setelah Pansus TRAP DPRD Bali datang langsung ke lapangan golf tersebut.
“Kami merekomendasikan penyegelan sejumlah proyek dan ruas jalan di kawasan Bali Handara Golf yang diduga kuat menjadi penyebab banjir di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng,” kata Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Suparta dilansir dari Antara.
Di kawasan Bali Handara Golf, Pansus TRAP menemukan pembangunan jalan beton dan renovasi tiga bangunan dengan progres di atas 60 persen.
Mirisnya, pelaku usaha tidak mampu menunjukkan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).








































