Menimbang Arah Pendidikan Kita: Refleksi Kritis Hari Pendidikan Nasional 2026

6 hours ago 12

Oleh: Anita Primaswari, S.P., M.Si - Ketua Bidang Pendidikan, Riset, dan Teknologi DPP PATRIA PMKRI

 Refleksi Kritis Hari Pendidikan Nasional 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Bidang Pendidikan, Riset, dan Teknologi DPP PATRIA PMKRI Anita Primaswari, S.P., M.Si. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Apakah pendidikan kita sungguh membebaskan manusia atau justru terjebak dalam rutinitas yang menjauh dari tujuan sejatinya?

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi atas perjalanan pendidikan kita.

Momentum ini tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi ruang kejujuran.

Dalam konteks PATRIA PMKRI (yang berlandaskan nilai integritas, solidaritas, profesionalisme, nasionalisme, dan inklusivitas) pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan proses pembentukan manusia yang utuh dan berdaya bagi bangsa. Sejauh mana arah ini masih kita jaga?

Pendidikan yang Kehilangan Jiwa

Dalam praktiknya, pendidikan kita semakin terjebak pada orientasi administratif dan pasar. Sekolah dan kampus kerap dipandang sebagai jalur memperoleh ijazah, bukan ruang pembentukan karakter.

Data menunjukkan paradoks ini. Berdasarkan berbagai survei nasional, indeks integritas pendidikan masih menjadi perhatian serius. Kasus kecurangan akademik, plagiarisme, hingga praktik jual-beli nilai bukan lagi isu pinggiran.

Padahal, pendidikan tanpa nilai adalah kehampaan. Dalam terang ajaran Gereja Katolik, pendidikan harus berakar pada martabat manusia. Gravissimum Educationis (Deklarasi tentang Pendidikan Kristen) menegaskan:

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi atas perjalanan pendidikan kita.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |