jpnn.com - PADANG - Tim SAR Padang mengerahkan beragam upaya menyelamatkan korban banjir bandang, salah satunya dengan teknik penyeberangan tali atau tyrolean traverse.
Tim membuat lintasan tali yang membentang sepanjang 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang hanyut terbawa banjir bandang di aliran Sungai Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menuturkan bahwa teknik tersebut diterapkan karena akses menuju lokasi korban terputus dan kondisi medan tidak memungkinkan tim menyeberang secara manual.
"Untuk petugas rescuer Kantor SAR Padang, jaraknya kurang lebih 50 meter,” ujarnya.
Menurut dia, banjir bandang beberapa hari lalu menerjang pengguna jalan lintas serta rumah warga di sisi sungai pada jalur Padang–Bukittinggi, sehingga ada dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Saat berita ini diracik awak Antara pada Sabtu (29/11), jenazah belum bisa dievakuasi lantaran terhimpit material banjir bandang.
"Belum bisa. Masih terimpit material," kata Pak Malik, kemarin.
Namun, dia memastikan operasi SAR terus berlangsung dengan memperhatikan keselamatan personel, mengingat arus sungai masih deras dan kontur tebing dipenuhi material lumpur serta bebatuan. Proses pembersihan material sisa banjir dilakukan bertahap sebelum jenazah dapat diangkat.






































