jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membeberkan pos belanja pemerintah yang akan menjadi target efisiensi guna menyikapi arahan Presiden terkait penghematan anggaran negara.
Efisiensi anggaran tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi sehubungan dengan kondisi eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Airlangga memerinci efisiensi tersebut akan menyasar berbagai komponen belanja rutin di instansi pemerintah yang dinilai masih bisa dioptimalkan.
"Efisiensi itu bisa macam-macam, bisa dari belanja jasa, belanja perjalanan dinas, belanja aparatur, belanja peralatan. Kemudian dari masing-masing KL juga ada program nanti yang bisa disisir," kata Airlangga di kantornya, Senin (16/3).
Dia menambahkan pemerintah tengah melakukan penyisiran mendalam terhadap program-program di kementerian dan lembaga (K/L) untuk memastikan langkah penghematan tepat sasaran.
Dia menyatakan seluruh pihak terkait sedang mematangkan data rencana efisiensi tersebut, sebelum dilaporkan kepada kepala negara untuk ditindaklanjuti.
"Jadi, mungkin itu saja yang kami persiapkan sampai saat sekarang. Nanti, sesudah datanya diselesaikan dan sudah dilaporkan ke Bapak Presiden, nanti baru kami umumkan lagi," tuturnya.
Namun, Airlangga menekankan target penghematan tersebut tidak akan menyasar program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.










































