Konser K-pop yang Memicu Perang Online di Asia

4 hours ago 13

Konser K-pop yang Memicu Perang Online di Asia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penggemar K-pop Indonesia, Mumpuni Ken Desti, mengatakan ia kecewa melihat komentar negatif tentang warga Asia Tenggara di internet. (Supplied)

Mumpuni Ken Desti, akrab disapa Puni, sudah menjadi fan K-pop sejak duduk di bangku SD pada tahun 2012.

Namun, perdebatan antar penggemar K-Pop di internet membuatnya mempertimbangkan kembali keinginannya untuk pergi ke Korea Selatan.

"Kalau misalkan mau ke luar negeri, ke Korea jadi last option [pilihan terakhir]," katanya.

Pada 31 Januari, saat grup K-pop Day6 tampil di Kuala Lumpur, 'fansite' Korea Selatan membawa kamera ke konser, meskipun membawa peralatan dan merekam dilarang di konser K-pop di Malaysia.

Para penonton mengkritik 'fansite' tersebut di media sosial, tetapi pengguna internet Korea Selatan, yang dikenal sebagai Knetz, membela perilaku tersebut.

Setelah konser, penonton dari Malaysia menggunakan media sosial untuk mengkritik penggemar Korea dengan mengatakan mereka tidak menghormati aturan konser lokal.

Namun, netizen Korea Selatan membela para penggemar tersebut sebagai bentuk solidaritas.

Konflik online tersebut semakin panas, hingga netizen Asia Tenggara bersatu dalam solidaritas di bawah tagar "SEAblings."

Kritik terhadap penggemar Korea yang membawa kamera profesional ke konser boy band Korea di Malaysia, yang bertentangan dengan peraturan setempat, memicu perang daring antar netizen Korea Selatan dengan Asia Tenggara

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |