jpnn.com, JAKARTA - Pelestarian keanekaragaman hayati di lanskap Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menuntut kerja sama lintas sektor, termasuk peran aktif korporasi yang beroperasi di sekitar kawasan.
Keterlibatan perusahaan dinilai krusial mengingat sebagian habitat vital flora dan fauna berbatasan langsung dengan area konsesi dan pengelolaan mereka.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani menjelaskan bahwa pihaknya aktif mendorong perumusan strategi konservasi terpadu yang merangkul masyarakat lokal, pemerintah daerah, serta pelaku usaha di Batang Toru.
“Kita berkumpul, mengidentifikasi dan semua yang kita ajak diskusi sebagian besar menyatakan kesiapannya untuk mengalokasikan wilayahnya yang menjadi habibat potensi keanekaragaman hayati tinggi menjadi areal konservasi,” sambungnya.
Selain itu, BBKSDA Sumut merumuskan rencana aksi partisipatif guna mendorong kontribusi industri perkebunan yang berada di Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT).
“Mereka sudah komitmen mengizinkan areal konservasi untuk perlindunngan tumbuhan," kata Novita.
Sejumlah korporasi besar di kawasan tersebut telah menginisiasi program perlindungan ekosistem mandiri.
PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) selaku pengembang PLTA Batangtoru secara berkala menjalankan revegetasi dan memasang jembatan arboreal.









































