jateng.jpnn.com, SEMARANG - Obrolan soal pekerjaan dan pencapaian hidup sering menjadi 'menu wajib' saat kumpul keluarga pada momen Lebaran. Situasi itulah yang diangkat dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti, yang menghadirkan kisah realistis tentang tekanan sosial yang kerap dirasakan anak muda saat pulang kampung.
Film tersebut menampilkan akting berbeda dari komika Ardit Erwandha. Selama ini Ardit dikenal lewat peran-peran komedi, baik di panggung stand up maupun layar lebar. Namun, lewat film ini, dia menunjukkan sisi akting yang lebih emosional.
Ardit memerankan karakter utama bernama Arga. Sosok Arga digambarkan sebagai 'pecundang' di keluarganya. Dia masih berjuang mencari pekerjaan, sementara para sepupunya sudah lebih dulu sukses.
Setiap momen kumpul keluarga saat Lebaran berubah menjadi ajang unjuk pencapaian. Ada yang kariernya melesat, kuliah di luar negeri, hingga memiliki kendaraan mahal. Di tengah situasi itu, Arga justru masih berjuang menata hidupnya.
Kisah asmara Arga dengan Andin yang diperankan Maudy Effrosina juga tidak berjalan mulus. Andin digambarkan sudah lebih mapan dan ingin melangkah ke hubungan yang lebih serius. Sebaliknya, Arga masih berkutat dengan upaya mencari pekerjaan.
Menariknya, Ardit mengaku kisah perjuangan Arga tidak jauh dari pengalaman pribadinya. Dia menyebut sekitar 70 persen perjalanan hidup Arga pernah dia rasakan sendiri.
“Naik transum subuh-subuh, itu saya. Bagi-bagi brosur, itu saya. Muka kucel, lecek, itu saya. Diputusin karena enggak punya duit, itu saya. Jadi mungkin 70 persen Arga itu ada di dalam diri saya,” ujar Ardit, Senin (16/3).
Pengalaman emosional itu bahkan terbawa hingga proses produksi selesai. Ardit mengaku sempat menangis setelah syuting rampung karena merasa peran tersebut begitu dekat dengan dirinya. Dia pun ditenangkan oleh rekan mainnya, Reza Chandika.







































