jpnn.com - Kebiasaan makan tepat waktu yang telah diwariskan secara turun-temurun di berbagai budaya Asia kini kembali mendapat penguatan dari penelitian modern. Prinsip sederhana seperti makan saat siang hari dan menjaga porsi makan malam tetap ringan terbukti selaras dengan ritme sirkadian tubuh, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan usus dan keseimbangan metabolisme.
Ritme sirkadian merupakan jam biologis internal tubuh selama 24 jam yang mengatur berbagai fungsi penting, termasuk pola tidur, rasa lapar, serta kinerja sistem tubuh. Tidak hanya terpusat di otak, jam biologis ini juga terdapat di hampir seluruh sel tubuh, termasuk sistem pencernaan.
Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, mengatakan sistem pencernaan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sensitif terhadap ritme sirkadian. Ia menjelaskan bahwa bakteri baik di dalam usus atau mikrobioma terus berinteraksi dengan jam biologis untuk menjaga berbagai fungsi penting seperti metabolisme, berat badan, sensitivitas insulin, kesehatan jantung, dan sistem imun.
“Ketika ritme ini terganggu, misalnya akibat begadang, pola makan tidak teratur, atau kebiasaan menggunakan perangkat elektronik di malam hari, maka komunikasi antara jam biologis dan mikrobioma usus menjadi tidak optimal. Dampaknya bisa berupa kenaikan berat badan, gangguan gula darah, hingga peradangan kronis,” ujar Dr. Vipada, Senin (25/5).
Gaya hidup modern yang serba cepat memang kerap membuat banyak orang mengabaikan pola makan dan waktu istirahat. Namun demikian, menjaga keseimbangan antara ritme sirkadian dan kesehatan usus sebenarnya dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang konsisten.
Salah satu kunci utama adalah mengatur pola makan yang seimbang dan terjadwal. Sarapan pagi yang kaya nutrisi menjadi penting karena setelah berpuasa semalaman, sistem pencernaan berada pada kondisi optimal untuk menyerap nutrisi. Konsumsi makanan dengan kandungan serat, protein berkualitas, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
"Selain itu, konsistensi waktu makan juga berperan penting. Idealnya, aktivitas makan dilakukan dalam rentang waktu delapan hingga 12 jam setiap hari. Pengaturan ini membantu tubuh mempertahankan ritme alami dan mendukung fungsi metabolisme secara optimal," ucapnya.
Hidrasi juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Air membantu berbagai proses pencernaan, mulai dari pemecahan makanan hingga penyerapan nutrisi. Mengonsumsi segelas air di pagi hari sebelum makan dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan sekaligus memberikan sinyal awal bagi jam biologis tubuh.



































