jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI memastikan belum ada temuan kasus virus Nipah di Indonesia hingga saat ini.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman mengatakan baru ditemukan 2 kasus konfirmasi dan 3 suspek penyakit virus Nipah di West Bengal, India.
“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ucap Aji dikutip Jumat (30/1).
Aji menjelaskan bahwa virus Nipah ditemukan pertama kali di Malaysia pada 1998. Kemudian, ditemukan juga di negara Asia lainnya, yakni India, Bangladesh, Singapura, Filipina.
“Sumber penularan umumnya kelelawar atau hewan lain seperti babi,” kata dia.
Cara infeksinya melalui kontak dengan hewan terinfeksi via urin, air liur, darah dan sekresi.
Masa inkubasi dari virus tersebut adalah 4 sampai dengan 14 hari. Sementara tingkat kematian pada gejala berat 40 hingga 75 persen.
Pemerintah sendiri disebut melakukan sejumlah upaya untuk mencegah virus Nipah. Pertama, memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus di India dan negara-negara lain, baik melalui kanal resmi atau media monitoring.












































