jpnn.com, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan rekayasa lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 tidak dilakukan berdasarkan prediksi semata, melainkan data real-time.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan pihaknya telah memasang radar khusus di Kilometer (KM) 47 Tol Jakarta-Cikampek untuk menghitung volume kendaraan secara akurat.
"Kami bekerja bukan berdasarkan prediksi, tetapi traffic counting. Ada parameter yang jelas di KM 47," kata Irjen Agus di Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/3).
Jenderal bintang dua itu membeberkan jika radar menangkap angka 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut, maka contraflow satu lajur akan langsung diterapkan.
"Apabila naik lagi menjadi 6.400 kendaraan per jam, kami tingkatkan menjadi contraflow dua lajur. Jadi, ada mekanismenya, bukan kira-kira," tuturnya.
Tidak hanya radar, Polri juga mengerahkan ETLE Drone diterbangkan setiap tiga jam sekali untuk memantau titik buta yang tidak terjangkau CCTV.
Jika masih terjadi kepadatan, Polri sudah menyiapkan skema one way sepenggal sebelum masuk ke one way nasional dari KM 70 hingga KM 414 Kalikangkung, Jawa Tengah.
"Parameter itulah yang kami gunakan untuk eksekusi manajemen lalu lintas. Sejauh ini, situasi di jalan tol masih cukup landai dan terkendali," pungkas Irjen Agus. (mcr8/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?









































