jpnn.com, JAKARTA - Antusiasme pasar terhadap Jaecoo J5 menjadi cerita manis sekaligus tantangan bagi Chery Group Indonesia.
Jaecoo J5 mencatatkan pemesanan hingga ribuan unit. Namun ternyata banyak konsumen mengeluhkan masa inden yang kian panjang.
Menanggapi itu, President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, mengatakan lonjakan permintaan Jaecoo J5 berada di luar proyeksi awal perusahaan.
Oleh karena itu, keterlambatan pengiriman tidak lepas dari status Jaecoo J5 yang dirakit secara lokal di Indonesia.
Berbeda dengan model CBU (completely built up), proses perakitan lokal membutuhkan waktu penyesuaian, terutama saat volume produksi harus ditingkatkan secara signifikan.
Atas kondisi tersebut, manajemen Chery Group Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan.
Sebagai bentuk komitmen, Chery Group Indonesia mengaku tengah melakukan “climbing production” dengan menaikkan kapasitas produksi secara bertahap.
Perusahaan juga menambah tenaga kerja baru serta memberikan pelatihan khusus guna mempercepat proses di lini perakitan.














































