jpnn.com, JAKARTA -
Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan (BKMA Kemenbud) berkomitmen mengintegrasikan data masyarakat adat.
Komitmen itu terlaksana dalam Kegiatan Launching Integrasi Data dan Gelar Wicara Satu Data Masyarakat Adat yang diselenggarakan di Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya, menegaskan integrasi Satu Data Masyarakat Adat sangat penting dalam intervensi kebijakan pemerintah.
"Sebab kelemahan kita memang sering kali soal data. Kalau datanya tidak beres, intervensi kebijakan pasti kurang beres,” tegas Fahli Zon.

BRWA dan Direktorat BKMA Kemenbud menandatangani perjanjian kerja sama yang disaksikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi serta beberapa perwakilan kementerian dan lembaga serta organisasi masyarakat sipil di Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026. Foto: Source for JPNN
Kerja sama ini, kata Fadli untuk menghubungkan, mengonsolidasi, memperkuat dan mengintegrasi data yang sudah ada dengan kriteria yang disepakati bersama. Ia melanjutkan, data harus akurat, punya standar yeng jelas valid dan dapat dipertukarkan.













.jpeg)



























