jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama menyelenggarakan Indonesian Cultural Outlook 2026.
Mengusung tema Living Heritage, Shared Future, kegiatan ini menjadi wadah forum strategis diplomasi budaya yang mempertemukan pimpinan Kementerian Kebudayaan dengan para Duta Besar negara sahabat, perwakilan organisasi internasional, serta kementerian dan lembaga terkait.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebutkan bahwa di era yang penuh konflik, krisis iklim dan disrupsi teknologi, budaya merupakan pilar pertahanan yang dapat memperkuat komunitas dunia.
Budaya merupakan unsur perekat dalam mencegah polarisasi, memelihara dialog, dan membangun rasa kebersamaan antarnegara.
Gagasan tersebut, lanjut Menbud Fadli, menjadi landasan dalam refleksi “Indonesian Cultural Outlook 2026”.
“Saat ini, kita tahu bahwa dunia memasuki era yang berat, di mana hal ini juga tercermin dalam program kebudayaan global," ujar Menbud Fadli Zon di kantor Kemenbud, Rabu (21/1).
Dia menambahkan, pada UNESCO Mondiacult Oktober lalu, dunia menegaskan kembali bahwa kebudayaan adalah hak asasi manusia yang penting bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.
Semangat tersebut menginspirasi Kemenbud untuk mempresentasikan arah kebudayaan Indonesia, sehingga kebudayaan dapat memperluas kontribusi Indonesia di tengah peradaban dunia sebagaimana mandat Undang-Undang Dasar 1945..














































