jpnn.com - Ada sebuah kenyataan yang sering kita lupakan: api dapat dipadamkan dalam hitungan jam atau hari, tetapi hutan yang rusak mungkin membutuhkan puluhan bahkan hingga seratus tahun untuk pulih.
Oleh karena itu, ketika kita melihat berita kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai daerah Indonesia, jangan hanya melihatnya sebagai berita tentang api, asap dan hektare lahan yang terbakar.
Kita harus melihatnya sebagai alarm keras tentang masa depan lingkungan Indonesia.
Pemberitaan Tirto.id yang mengangkat pandangan sejumlah profesor dan pakar tentang pemulihan hutan pascakarhutla yang dapat membutuhkan waktu hingga 100 tahun seharusnya menjadi momentum untuk mengubah cara pandang kita.
Karhutla Bukan Sekadar Pohon yang Terbakar
Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya batang dan daun.
Kita kehilangan habitat satwa, keanekaragaman hayati, kesuburan tanah, kemampuan hutan menyimpan air, fungsi perlindungan daerah aliran sungai, serta kemampuan ekosistem menyerap karbon.
Masyarakat pun ikut menanggung akibatnya.









































