jpnn.com, JAKARTA - Pemiilik IndoCart Albert Ong mengatakan perusahaannya berupaya menghadirkan ekosistem teknologi yang lebih terbuka dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.
Sebab, perkembangan teknologi manufaktur digital di Indonesia membuka peluang baru bagi kreator, pelaku industri, hingga institusi pendidikan.
Salah satu teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan adalah 3D printing, yang memungkinkan ide dan desain diwujudkan menjadi produk nyata secara lebih cepat dan fleksibel.
“IndoCart sudah 23 tahun hadir dengan semangat menghadirkan alternatif yang lebih sehat bagi perkembangan ekosistem teknologi kreatif di Indonesia. Sejak awal kami percaya teknologi, termasuk 3D printing, seharusnya dapat diakses secara lebih terbuka oleh berbagai kalangan,” ujar Albert Ong, dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).
Selama lebih dari dua dekade, IndoCart berupaya menjembatani kebutuhan para kreator dan pelaku industri yang ingin memanfaatkan teknologi manufaktur digital.
Albert menilai potensi kreativitas anak muda Indonesia sangat besar, tetapi sering kali terkendala oleh akses terhadap teknologi dan alat produksi.
“Teknologi 3D printing memungkinkan ide dan imajinasi diwujudkan menjadi produk nyata, mulai dari prototipe produk, komponen fungsional, hingga karya kreatif seperti figur dan miniatur,” kata Albert.
Sebagai distributor 3D printer terlengkap, IndoCart mendistribusikan beberapa jenis teknologi printer 3D yang paling umum digunakan di berbagai sektor, khususnya teknologi FDM dan resin.










































