jpnn.com, JAKARTA - Menpora Erick Thohir menegaskan kesiapan pemerintah untuk mengambil alih federasi olahraga yang masih terjebak dalam dualisme kepengurusan.
Langkah intervensi ini disiapkan sebagai opsi terakhir jika upaya rekonsiliasi mandiri tidak membuahkan hasil.
Meskipun konflik di cabang olahraga Takraw telah berhasil diselesaikan, tetapi masih ada tiga federasi lain yang hingga kini belum menemukan jalan tengah, yakni Tinju, Tenis Meja, dan Anggar.
"Saya sudah menulis surat ke KOI dan KONI, waktu itu saya kasih tenggat waktu sampai Desember. Dan terima kasih sudah berhasil untuk yang Takraw, tapi masih ada tiga untuk Tinju, Tenis Meja, dan juga Anggar," ujar Erick Thohir kepada pewarta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Dalam waktu terdekat Menpora akan memanggil Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk membahas mengenai penanganan dualisme di federasi.
Erick mengungkapkan bahwa Kemenpora telah mengirimkan surat resmi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk segera menuntaskan persoalan tersebut.
Langkah tegas ini diambil Kemenpora sesuai dengan desakan Komisi X DPR RI yang meminta untuk seluruh persoalan dualisme di federasi dapat dituntaskan dalam kurun waktu enam bulan ke depan.
"Kalau memang tidak bisa, ya tentu ada undang-undang dari Kemenpora dan aturan pemerintah bahwa kita bisa juga mengambil alih kalau memang untuk kepentingan atlet dan masyarakat luas," kata Erick.





















.jpeg)






















