jpnn.com, JAKARTA - Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus memperkukuh posisinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur nonmigas Indonesia.
Saat ini, kontribusi sektor AMDK terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat telah melampaui angka satu persen, tepatnya sebesar 1,04 persen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa sektor ini memiliki peran vital dalam ekosistem industri makanan dan minuman.
Berdasarkan data Kemenperin, industri AMDK saat ini didukung oleh lebih dari 700 pabrik di seluruh Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun
"Sektor ini menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung," ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya. Ia juga menambahkan bahwa tingkat utilisasi pabrik AMDK nasional tergolong stabil dan efisien karena berada di atas angka 70 persen.
Meski menunjukkan statistik yang impresif, industri ini kini berada di persimpangan jalan akibat tekanan berlapis.
Selain gejolak ekonomi global yang memengaruhi rantai pasok, dinamika kebijakan domestik juga menjadi tantangan bagi para pelaku usaha untuk mempertahankan pertumbuhan.
Stabilitas industri ini dianggap krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat posisinya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak industri pengolahan nonmigas.











































