Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026, 2 Pelatih Disorot PBSI

4 hours ago 22

Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026, 2 Pelatih Disorot PBSI

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Waketum I PBSI, Taufik Hidayat saat memberikan pernyataan seusai kegagalan tim beregu putra pada Thomas Cup 2026 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Jumat (8/5). Foto: Muhammad Naufal/JPNN.com

jpnn.com - Kegagalan tim beregu putra Indonesia pada ajang Thomas Cup 2026 membuat PBSI akan melakukan pembenahan.

Waketum I PBSI Taufik Hidayat menilai perubahan bukan hal yang mustahil dilakukan menyusul hasil minor yang diraih Fajar Alfian dan kawan-kawan.

"Sangat mungkin (adanya perubahan pelatih), kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja."

"Promosi degradasi (atlet-red) bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih," ujar peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut.

Sejauh ini, sorotan tertuju pada sektor tunggal setelah Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, hingga Anthony Sinisuka Ginting belum mampu tampil maksimal.

Pelatih utama Pelatnas Cipayung Indra Wijaya juga berpotensi dievaluasi menyusul hasil yang diraih anak asuhnya.

Kakak kandung Candra Wijaya itu dinilai belum menemukan sentuhan terbaik saat menangani sektor tunggal putra Pelatnas Cipayung.

Padahal, saat menangani sektor tunggal putri, mantan pelatih Lee Zii Jia itu mampu membawa Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, hingga Chiara Marvella Handoyo tampil impresif.

Waketum I PBSI, Taufik Hidayat berikan sorotan kepada beberapa pelatih seusai kegagalan tim beregu putra Indonesia pada Thomas Cup 2026

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |