Ekonom: Kemenkeu Perlu Rilis Global Bond untuk Dukung BI Stabilkan Kurs

3 hours ago 24

 Kemenkeu Perlu Rilis Global Bond untuk Dukung BI Stabilkan Kurs

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian ditemui di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mendorong pemerintah untuk menambah penerbitan surat utang internasional atau global bond pada 2026.

Langkah ini dinilai strategis untuk membantu Bank Indonesia (BI) memperkuat cadangan devisa dan menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Dengan cara ini, ekonomi dinilai dapat terlindungi dari volatilitas jangka pendek yang saat ini perlu diantisipasi.

“Saya sangat berharap, mudah-mudahan Kementerian Keuangan menambah issuance global bond. Saya berharap up to 20 persen dari total fundingpemerintah tahun ini. Kita butuh dukungan fiskal juga untuk menambah suplai dolar dalam negeri,” kata Fakhrul saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, di Jakarta, Rabu.

Fakhrul menyarankan, pemerintah untuk menerbitkan global bond lebih banyak, baik dalam dolar maupun renminbi, karena permintaannya masih tinggi dan penerbitannya akan berdampak positif terhadap cadangan devisa Indonesia.

Menurutnya, penerbitan global bond dolar juga sebaiknya dilakukan di dalam negeri. Hal ini merujuk beberapa kasus obligasi korporasi, di mana permintaan obligasi dolar AS dalam negeri tercatat tinggi. Strategi ini dipandang membantu menjaga dolar tetap berada di Indonesia.

Fakhrul juga mengingatkan, neraca perdagangan yang menghasilkan masuknya banyak dolar harus dikelola dengan baik agar tetap berada dalam sistem keuangan domestik. Jika tidak, dolar bisa mengalir ke luar negeri dan hal ini harus diantisipasi oleh pemerintah.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah rata-rata pada tahun ini akan berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Hal ini ditopang oleh neraca perdagangan yang tetap positif dan cadangan devisa yang kuat, seiring meningkatnya pendapatan dari ekspor komoditas logam seperti timah dan nikel.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mendorong pemerintah untuk menambah penerbitan surat utang internasional atau global bond pada 2026

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |