Dua Pelaku Usaha Daging Anjing di Kupang Tutup Permanen

1 day ago 46

Dua Pelaku Usaha Daging Anjing di Kupang Tutup Permanen

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anjing. Ilustrasi Foto: Antara

jpnn.com, KUPANG - Upaya bersama untukmengakhiri perdagangan daging anjing dan menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai tonggak bersejarah.

Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang — seorang pemilik rumah potong dan seorang pemilik rumah makan — resmi menutup usahanya setelah lebih dari empat dekade beroperasi.

Langkah ini merupakan bagian dari program “Model for Change –Alih Usaha untuk Kebaikan”, sebuah inisiatif kolaboratif antara Humane World for Animals (HWA), Jakarta Animal Aid Network (JAAN Domestic), dan Pemerintah Provinsi NTT.

Program ini berfokus pada pendampingan usaha, pelatihan, dan perubahan perilaku positif bagi individu yang ingin meninggalkan praktik perdagangan daging anjing dan beralih ke usaha yang lebih beretika dan berkelanjutan.

Sebanyak 10 ekor anjing yang ditemukan masih hidup di rumah potong tersebut juga berhasil diselamatkan oleh tim HWA dan JAAN.

Ancaman Rabies dan Kesejahteraan Hewan di NTT

Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah dengan tingkat perdagangan daging anjing tertinggi di Indonesia. Ribuan anjing setiap tahun diculik dari jalanan dan rumah warga, lalu diperdagangkanl intas provinsi tanpa pemeriksaan kesehatan.

Melalui “Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan”, para pemangku kepentingan berupaya mendukung target pemerintah untuk menjadikan NTT bebas rabies pada 2030, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan.

Perdagangan daging anjing merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena berpotensi memperluas penyebaran rabies.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |