Diduga Terkait Masalah di Pebayuran, Oknum Petinggi APDESI Jabar Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi

9 hours ago 26

Diduga Terkait Masalah di Pebayuran, Oknum Petinggi APDESI Jabar Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Polres Metro Bekasi tengah mendalami laporan seorang warga Kecamatan Pebayuran mengenai dugaan gangguan ketenteraman di lingkungan tempat tinggalnya. Ilustrasi: Dok JPNN

jpnn.com, BEKASI - Polres Metro Bekasi tengah mendalami laporan seorang warga Kecamatan Pebayuran mengenai dugaan gangguan ketenteraman di lingkungan tempat tinggalnya.

Laporan yang dilayangkan oleh Layla Rizky ini turut menyeret nama seorang pria yang mengaku sebagai Ketua DPD APDESI Jawa Barat berinisial WK sebagai pihak terlapor.

Korban langsung membuat laporan polisi atas dugaan kasus intimidasi dan perusakan fasilitas rumah warga seusai disatroni sekelompok orang tak dikenal pada Sabtu dini hari, 30 Mei 2026

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan (STTLAPDUAN) Nomor: STTLAPDUAN/799/V/2026/SAT RESKRIM/RESTRO BKS/PMJ yang diterbitkan Satreskrim Polres Metro Bekasi pada 30 Mei 2026.

Berdasarkan laporan yang dibuat korban bernama Layla Rizky, peristiwa itu terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.57 WIB di rumahnya yang berada di Kampung Pintu, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran.

Dalam laporannya, Layla menyebut rumahnya didatangi sekelompok orang yang tidak dikenalnya. Rombongan tersebut diduga masuk ke area rumah dengan memanjat pagar dan naik ke atap bangunan sebelum berinteraksi dengan penghuni rumah.

Korban mengaku rombongan itu dipimpin oleh seseorang yang memperkenalkan diri sebagai WK, yang disebut merupakan Kepala Desa Wanasari sekaligus Ketua DPD APDESI Jawa Barat. WK disebut datang bersama sejumlah orang, termasuk anak perempuannya.

Karena tidak mengetahui identitas maupun tujuan kedatangan rombongan tersebut, Layla meminta surat tugas kepada pihak yang mengaku berasal dari kepolisian. Namun, menurut pengakuannya, dokumen tersebut hanya diperlihatkan tanpa diberikan kesempatan untuk diperiksa secara langsung.

Polres Metro Bekasi tengah mendalami laporan seorang warga Kecamatan Pebayuran mengenai dugaan gangguan ketenteraman di lingkungan tempat tinggalnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |