jpnn.com, BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tragedi maut di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Terlebih, sebanyak 11 penambang dilaporkan tewas setelah terpapar asap yang mengandung gas karbon monoksida (CO) di dalam lubang tambang.
Menurutnya, tingginya risiko kecelakaan tambang di Bogor bukanlah hal baru, baik di tambang legal maupun ilegal.
"Saya sudah menyampaikan berulang-ulang, Bogor itu menjadi daerah yang begitu rawan terhadap kecelakaan akibat tambang, baik yang legal maupun ilegal," kata Dedi di Bandung, Kamis (22/1).
Menurutnya, persoalan utama bukan hanya soal pengawasan atau penertiban tambang, melainkan ketergantungan masyarakat terhadap sektor tersebut sebagai sumber mata pencaharian meski risikonya sangat tinggi.
"Problem utamanya itu kan masyarakat juga kekeuh ingin bekerja pada sektor itu," ungkapnya.
Dedi mengajak publik melihat tragedi ini dari sisi kemanusiaan.
Dia menyebut para penambang yang meninggal bukan sekadar korban kecelakaan kerja, melainkan sosok yang mempertaruhkan nyawa demi menghidupi keluarga.











































