jpnn.com, JAKARTA - Menjelang waktu berbuka, suasana hangat terasa dalam pertemuan para pelaku industri pariwisata dan aviasi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Bukan sekadar menanti azan Magrib, percakapan yang mengalir justru mengarah pada satu hal yang lebih besar, yakni bagaimana membangun masa depan pariwisata Jakarta yang lebih terhubung dan kompetiti.
PIK Tourism Board memanfaatkan momentum Ramadan kali ini untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Board of Airline Representatives in Indonesia (BARINDO), hingga InJourney Airports.
Pertemuan itu dikemas dalam suasana santai, tetapi menyimpan agenda strategis yang kuat. Pendekatan kolaboratif dinilai telah menjadi kebutuhan tengah dinamika industri pariwisata yang terus berubah.
Destinasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi harus terhubung dengan ekosistem yang lebih luas, termasuk transportasi, aksesibilitas, hingga promosi lintas sektor.
Head of Tourism Development Agung Sedayu Group (ASG) Fenny Maria menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut.
“Kami percaya bahwa pengembangan destinasi tidak dapat dilakukan sendiri,” ujar Fenny.
Menurut dia, kolaborasi dengan asosiasi pariwisata dan industri aviasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem wisata.











































