CEO Forum 2026 Ungkap Tantangan Utama Pendanaan di Indonesia

5 days ago 38

CEO Forum 2026 Ungkap Tantangan Utama Pendanaan di Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

CEO Forum 2026 bertajuk Strengthening Demand, Scaling MSMEs yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi dengan Katadata Insight Center (KIC) di Ballroom Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (29/1). Foto: dok KIC

jpnn.com, JAKARTA - Tantangan utama pendanaan di Indonesia saat ini bukan semata ketersediaan dana, tetapi ketepatan, keterjangkauan, dan keberkelanjutan.

Isu tersebut mengemuka dalam CEO Forum 2026 bertajuk Strengthening Demand, Scaling MSMEs yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi dengan Katadata Insight Center (KIC) di Ballroom Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (29/1).

Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar menuturkan pendanaan masih menjadi isu krusial dalam pembangunan ekonomi nasional, seiring masih lebarnya kesenjangan pendanaan di berbagai sektor strategis.

Menurut Entjik, tantangan pendanaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dana, tetapi juga akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal, baik perbankan maupun lembaga keuangan non-bank. 

Dalam konteks tersebut, industri pendanaan digital atau pindar dinilai memiliki peran yang makin strategis.

“Pindar tidak lagi sekadar menjadi alternatif pendanaan, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan nasional, khususnya untuk menjangkau segmen underserved dan unbankable,” katanya.

Riset kolaborasi AFPI dan Katadata mengungkapkan bahwa industri pindar berperan sebagai penyangga likuiditas rumah tangga melalui pendanaan multiguna, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan UMKM produktif yang tercermin dari peningkatan omzet dan aset pelaku usaha. 

Namun, dia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik.

Tantangan utama pendanaan di Indonesia saat ini bukan semata ketersediaan dana, tetapi ketepatan, keterjangkauan, dan keberkelanjutan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |