jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berusaha menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diwujudkan dengan pembentukan tim gabungan bersama aparat kepolisian guna memantau distribusi serta mencegah praktik penimbunan bahan kebutuhan pokok.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa pengawasan ini krusial karena penimbunan adalah tindakan ilegal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami telah membentuk tim gabungan bersama kepolisian untuk melakukan pemantauan, terutama mencegah terjadinya penimbunan-penimbunan barang karena penimbunan itu tindakan ilegal yang bisa dikenai hukuman," ujar Abdul Halim di Bantul, Senin (16/3).
Menurut Bupati, tindakan spekulan yang menimbun bahan pangan dapat mengakibatkan kelangkaan stok secara semu dan memicu lonjakan harga.
Fokus pengawasan tim gabungan ini akan menyasar komoditas strategis seperti minyak goreng, tepung terigu, beras, dan beberapa barang pokok lain yang sering dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan pribadi saat permintaan masyarakat sedang tinggi.
Kondisi Harga dan Stok di Lapangan
Meski pengawasan diperketat, Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan di sejumlah pasar rakyat, stok pangan sejauh ini masih tersedia aman. Bahkan, secara umum harga komoditas pangan cenderung menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
"Sampai hari ini secara umum komoditi pangan itu cenderung turun kecuali cabai merah. Biasanya makin mendekati Lebaran permintaan akan naik, dan sesuai hukum ekonomi. Jika permintaan naik dan penawaran tetap, harga akan terdongkrak," jelasnya.







































