jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan bahwa penguatan infrastruktur di jalur penyebrangan Ketapang - Gilimanuk merupakan kebutuhan mendesak.
Hal itu disampaikannya mengingat status jalur penyebrangan tersebut sebagai lintasan terpadat dan strategis nasional.
BHS memperingatkan bahwa keterbatasan dermaga yang memicu antrean panjang tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, pembiaran terhadap masalah ini akan menjadi batu sandungan bagi kelancaran ekonomi wilayah tersebut.
BHS menambahkan pada masa arus mudik dan libur lebaran, terdapat sektor yang perlu mendapat perhatian serius, yakni angkutan logistik. Apalagi lintasan ini juga menghubungkan Bali sebagai destinasi wisata andalan kelas dunia.
“Angkutan logistik selalu berdampingan dengan pertumbuhan pariwisata. Ketika pariwisata tumbuh, maka logistik juga pasti tumbuh. Ini membutuhkan antisipasi, sementara saat ini pertumbuhan jumlah trip kapal tidak meningkat karena adanya keterbatasan dermaga,” kata BHS, Kamis (19/3/2026).
BHS menegaskan kondisi tersebut harus segera direspons melalui penambahan infrastruktur dermaga.
"Ini sudah waktunya untuk segera membangun minimal dua unit dermaga. Sehingga, dermaga tersebut dapat menampung kapal-kapal yang saat ini masih menganggur, yang jumlahnya di atas 20 kapal. Dengan penambahan tersebut, kapal-kapal yang sebelumnya off atau tidak beroperasi, dapat dimanfaatkan untuk masuk ke dalam jadwal dan memperkuat kapasitas angkut, kurang lebih 30 persen. Hal ini menjadi langkah antisipasi jangka panjang, baik untuk pariwisata maupun penunjangnya, yaitu logistik," tegas BHS.
Lebih lanjut, ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pusat ini mengatakan logistik di wilayah pariwisata harus bisa tercukupi, sehingga harga barang tidak mengalami kenaikan akibat daripada kelangkaan.











































