jpnn.com - Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh atas dugaan malpraktik di RSUD Prambanan yang menyebabkan korban seorang anak berumur tiga tahun meninggal dunia.
"Kami sudah melakukan evaluasi, tetapi saya belum bisa menyampaikan supaya tidak menimbulkan salah paham di media dan masyarakat," kata Harda Kiswaya di Sleman, Rabu (3/6/2026).
Dia mengakui ada kejadian pelayanan yang mungkin kurang pas, sehingga menimbulkan korban jiwa. Namun, hal itu saat ini yang sedang dipelajari.
Harda juga mengatakan dirinya sudah datang ke rumah korban untuk menyampaikan keprihatinan dan lainnya. Pihaknya lantas melakukan evaluasi ke dalam, soal ada atau tidaknya kesalahan dalam melayani pasien.
"Saat ini, proses evaluasi sedang berjalan. Kemudian, kami juga menyampaikan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban bila ada kekurangan dalam pelayanan," tuturnya.
Harda berharap tidak ada hal yang memberatkan dan semua layanan rumah sakit baik di RSUD Prambanan maupun di Murangan, serta puskesmas berjalan sesuai prosedur.
Terkait adanya laporan keluarga korban ke Polda DIY, Harda mengatakan Pemkab Sleman siap memberikan keterangan baik yang dibutuhkan penyidik dan keluarga korban.
"Kami sudah memerintahkan sekda untuk menindaklanjuti apakah dugaan itu kejadiannya seperti apa," katanya.







































