jatim.jpnn.com, SURABAYA - APTIKOM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bertajuk Best Practice Keselarasan Implementasi SPMI dengan Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1, Rabu (21/1).
Kegiatan ini menekankan pentingnya penyusunan standar dan indikator yang terukur sebagai fondasi utama bagi perguruan tinggi, khususnya program studi informatika dan komputer, dalam meraih akreditasi Unggul.
Wakil Rektor I Untag Surabaya Rr Amanda Pasca Rini mengatakan penguatan SPMI menjadi langkah awal yang wajib dilakukan sebelum perguruan tinggi menyusun Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) maupun Laporan Evaluasi Diri (LED).
“SPMI ini yang harus benar-benar kami perkuat dulu sebelum melangkah lebih jauh menyusun LKPS dan LED. Harapannya, setelah SPMI tertata dengan baik, perguruan tinggi bisa terakreditasi Unggul, minimal tiga tahun dan syukur-syukur lima tahun,” ujar Amanda.

Wakil Rektor I Untag Surabaya Rr Amanda Pasca Rini saat memberikan sambutan dalam Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bertajuk Best Practice Keselarasan Implementasi SPMI dengan Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1, Rabu (21/1). Foto: Humas Untag Surabaya
Menurutnya, workshop ini juga digelar sebagai respons atas perubahan instrumen akreditasi dari LAM INFOKOM versi 2.0 ke 2.1, seiring terbitnya peraturan menteri terbaru. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perubahan tersebut menjadi penting agar implementasi SPMI tetap relevan dan selaras dengan standar nasional.
Ketua APTIKOM Provinsi Jawa Timur Yoyon Arie Budi mengatakan keselarasan antara SPMI dan instrumen akreditasi merupakan kunci bagi perguruan tinggi yang ingin unggul dan berkelanjutan.











































