Abidin Fikri MPR: Indonesia yang Merdeka Tak Boleh Biarkan Rakyat Miskin dan Telantar

6 hours ago 21

 Indonesia yang Merdeka Tak Boleh Biarkan Rakyat Miskin dan Telantar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Abidin Fikri saat menjadi narasumber dalam Lokakarya Kebangsaan Fraksi PDI Perjuangan MPR yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dewan Pakar Nasional PA GMNI di Tangerang, Rabu (19/8). Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, TANGERANG - Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Abidin Fikri mengingatkan kemerdekaan Indonesia harus dimaknai lebih dari sekadar terbebas dari penjajahan.

Dia menekankan kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan rakyat melalui keadilan sosial, kesejahteraan, dan kehadiran negara yang nyata, terutama bagi masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan dan keterlantaran.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Lokakarya Kebangsaan Fraksi PDI Perjuangan MPR bekerja sama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) di Tangerang, Rabu (19/8).

Lokakarya mengangkat tema 'Kemerdekaan, Kedaulatan, dan Masa Depan Indonesia: Menimba Api Pemikiran Bung Karno untuk Menjawab Tantangan Zaman.'

Menurut Abidin, tema lokakarya menjadi penting di tengah momentum 81 tahun Indonesia merdeka.

Refleksi mengenai kemerdekaan tidak cukup dilakukan dengan mengenang sejarah, tetapi harus mendorong pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana rakyat telah merasakan manfaat kemerdekaan.

“Kemerdekaan tidak cukup hanya kita rayakan. Kemerdekaan harus kita ukur dari sejauh mana rakyat merasakan kehadiran negara, terutama mereka yang paling membutuhkan perlindungan dan keberpihakan,” kata Abidin.

Dalam konteks tersebut, Abidin mengingatkan amanat Pasal 34 Ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Abidin Fikri menjadi narasumber dalam Lokakarya Kebangsaan Fraksi PDI Perjuangan MPR di Tangerang

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |