jpnn.com, ABU DHABI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi menerima laporan mengenai insiden yang menimpa sebuah tug boat dengan tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) masih hilang.
Melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, KBRI Abu Dhabi menjelaskan bahwa kapal bernama Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA), meledak di Selat Hormuz, di antara perairan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, pada 6 Maret pukul 02.00 waktu setempat.
Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini, bunyi pernyataan KBRI.
Menanggapi kejadian tersebut, KBRI Abu Dhabi segera berkoordinasi dengan otoritas UEA, pihak perusahaan yang bernama Safeen Prestige dan KBRI Muscat.
“Berdasarkan informasi yang diterima, kapal Musaffah 2 berawak total tujuh personil berkewarganegaraan yakni Indonesia, India, dan Filipina. Tiga awak selamat, sedangkan empat awak lainnya masih hilang,” bunyi pernyataan KBRI Abu Dhabi.
Kedutaan merinci, dari total empat WNI yang menjadi awak kapal tersebut, satu WNI selamat dan mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan tiga WNI lainnya masih hilang dan terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat.
Selain keempat awak kapal tersebut, terdapat satu WNI lain yang bekerja sebagai teknisi dan berada di lokasi insiden di kapal berbeda. WNI tersebut dilaporkan dalam kondisi selamat.
KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat dan pihak perusahaan untuk mendukung proses pencarian tiga awak WNI yang masih hilang, memastikan penanganan medis bagi WNI yang selamat, serta menyampaikan perkembangan situasi kepada keluarga korban di Indonesia.










































