jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi resmi beroperasi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto turut hadir dalam peresmian operasional Sekolah Rakyat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, Senin (12/1).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pendidikan.
“Cara berpikir tentang bernegara, cara berpikir tentang pembangunan yang konvensional, yang normatif adalah membangun pertumbuhan,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan semata, tanpa memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh masyarakat.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan ekosistem pendidikan nasional yang inklusif dan berdampak nyata.
Kehadiran Sekolah Rakyat dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah.
Selain itu, dalam perjanjian Adendum Kemdiktisaintek dengan Kementerian Sosial, Menteri Brian menuturkan akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua sekolah rakyat.
Kampus hadir secara berkala untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat siswa sekolah rakyat.














































